Alam jin: Jin ada yang laki-laki dan ada yang perempuan

Bab pertama

Alam jin

Kedelapan:

Bahwa jin atau syaithan itu ada yang laki-laki dan ada yang perempuan dan mereka sama dengan kita, kawin dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Dalilnya adalah ayat al-Qur-an dalam surah al-Jin ayat 6:

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan."

Sebagaimana telah diisyaratkan sebelum ini dan juga hadits Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika beliau akan masuk jamban, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berdo'a:

اَللّهُمَّ اِنىِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari jin yang laki-laki dan yang perempuan. (23)

Hadits di atas menjelaskan apabila kita hendak masuk jamban, buang air kecil atau buang air besar, disyari'atkan untuk mengucapkan do'a tersebut, untuk memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan laki-laki dan perempuan, dari jin laki-laki dan perempuan yang jahat itu. Yang menunjukkan bahwa jin atau syaithan ada yang laki-laki dan ada juga yang perempuan dan mereka pun bercampur (jimak). Hanya saja syaithan atau jin yang kufur itu bercampurnya di tengah-tengah jalan, yang terlihat oleh sesama mereka, tidak terlihat oleh kita. Salah satu hikmahnya adalah tersembunyinya perbuatan itu dari pandangan mata kita, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan lain-lain dengan sanad yang dha'if dari jalan Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, akan tetapi hadits ini menjadi hasan, karena beberapa syawahidnya. (24)

===

(23) Hadits muttafaq 'alaihi, Imam al-Bukhari nomor 132 dan 5962, dan Imam Muslim nomor 375 dan yang lainnya.

(24) Sepertinya penulis mengisyaratkan kepada hadits Asma binti Yazid dengan lafazh sebagai berikut:
Dari Asma binti Yazid, sesungguhnya dia sedang berada di sisi Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan gerombolan laki-laki dan wanita berkumpul di sisinya, maka beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda (kepada mereka), "Sepertinya ada seorang laki-laki yang menceritakan apa yang ia kerjakan dengan isterinya dan sepertinya ada seorang wanita yang menceritakan apa yang ia kerjakan bersama suaminya," orang-orang itu pun merendahkan (suara mereka), maka aku berkata, "Demi Allah, wahai Rasulullah, mereka para wanita benar-benar telah melakukannya dan mereka kaum laki-laki pun benar-benar telah melakukannya." Beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah kamu melakukannya, karena perbuatan itu seperti perbuatan syaithan (laki-laki) yang bertemu dengan syaithan wanita, maka dia pun menyetubuhinya dan orang-orang melihatnya."
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 16/22 nomor 237 -kitab Fathur Rabbani-, dan Imam ath-Thabrani dalam kitab Mu'jamul Kabir 24/162 nomor 414, dan al-Hafizh al-Haitsami dalam kitab Majma'uz Zawaid 4/294 berkata, "Diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-Thabrani dan di dalamnya ada (perawi yang bernama) Syahr bin Hausyab dan haditsnya hasan. Padanya ada kelemahan." Wallaahu a'lam.

===

http://baitulkahfitangerang.blogspot.com/

daun bidara, daun bidara cina, jual daun bidara, kegunaan daun bidara, kegunaan daun bidara, kegunaan daun bidara, kegunaan daun bidara, kegunaan daun bidara, kegunaan daun bidara, kegunaan daun bidara, kegunaan daun bidara, khasiat daun bidara, mandi daun bidara, manfaat daun bidara, pokok daun bidara, serbuk daun bidara,